Welcome to eBooks2go !

Welcome to eBooks2go !

Buy the eBook

$0.99

ADD TO CART

Share this on

Pahlawan Wanita Muslimah Dari Kerajaan Aceh Yang Melegenda

by Muhammad Vandestra

Overview

Category : Home

ISBN No :9781370830879

Author's Page

Publisher's Page

Product Details

Perempuan millenium Indonesia masih berjuang menegakkan kesamaan haknya yang terinspirasi oleh "gerutuan" Raden Ayu Kartini. Namun, 7 abad lalu perempuan Aceh telah menikmati hak-haknya sebagai manusia yang setara tanpa perdebatan. Barangkali selama ini yang kita kenal pahlawan perempuan dari Aceh mugkin hanya Cut Nyak Dien saja. Hal ini dapat dipahami karena perjuangan heroiknya melawan Belanda sudah difilmkan, dimana pemeran sebagai Cut Nyak Dhien adalah artis legendaris Christine Hakim. Akan tetapi sebenarnya Cut Nyak Dhien hanyalah satu dari sekian banyak perempuan Aceh yang memiliki kehebatan yang luar biasa di Aceh. Dan itu sudah ada jauh sebelum isu emansipasi dikembangkan. Sebab peran mereka melebihi peran para laki-laki pada saat itu. Di Matangkuli, Kecamatan Minye Tujoh, Kabupaten Aceh Utara, terdapat sebuah makam kuno yang pada nisannya bertuliskan Arab dan Jawa Kuno. Dituliskan di nisan itu, orang yang dimakamkan adalah Ratu Ilah Nur yang meninggal tahun 1365. Siapa Ilah Nur? Ratu Ilah Nur adalah seorang Ratu yang memerintah Kerajaan Pasai. Keterangan itu juga dapat diperoleh di kitab Negara Kartagama tulisan Prapanca. Disebutkan, Samudera Pasai merupakan daerah yang ditaklukkan oleh Hayam Wuruk, dengan Patihnya Gajah Mada. Buku Hikayat Raja Raja Pasai juga menyebutkan tentang kekuasaan Majapahit terhadap Pasai. Setelah segala sesuatunya diatur di Pasai, laskar Majapahit kembali ke Jawa. Namun, sebelum kembali, pembesar-pembesar Majapahit mengangkat seorang Raja, yaitu Ratu Nur Ilah. Ratu Nur Ilah merupakan keturunan Sultan Malikuzzahir. Tidak banyak keterangan yang didapatkan oleh peneliti tentang masa pemerintahan Ratu Ilah Nur ini. Perempuan Aceh memang luar biasa. Mereka mampu mensejajarkan diri dengan kaum pria. Bahkan, pekerjaan peperangan pun, yang biasanya seluruhnya dilakukan oleh kaum pria, diterjuninya pula. Mereka menjadi panglima, memimpin ribuan laskar di hutan dan di gunung-gunung. Bahkan ada laskar wanita yang disebut Inong Bale.

Author Information

Muhammad Vandestra

Muhammad Vandestra has been a columnist, health writer, soil scientist, magazine editor, web designer & kendo martial arts instructor. A writer by day and reader by night, he write fiction and non-fiction books for adult and children. He lives in West Jakarta City. Muhammad Vandestra merupakan seorang kolumnis, editor majalah, perancang web & instruktur beladiri kendo. Seorang penulis pada siang hari dan pembaca di malam hari, Ia menulis buku fiksi dan non-fiksi untuk anak-anak dan dewasa. Sekarang ia tinggal dan menetap di Kota Jakarta Barat. Blog https://www.vandestra.blogspot.com

You can read this Item using any of the following Apps

Related Products

Average Review:

Filter by:

Share Your Opinion

Recently viewed products

Help make us better

We’re always looking for ways to improve. If you’ve got feedback or suggestions about how we can do better, we’d love to hear from you.

Note: If you’re looking to solve a problem with your URMS eReader, app, or purchase, visit our Help page, or submit a help request.

What is the purpose of your visit?
Did you accomplish your goal?
Yes No
Where can we improve?
Your comments*