Kisah Masjid Kobe Dari Jepang Yang Tetap Kokoh Walau Di Hantam Serangan Bom Perang Dunia Ke-2 & Gempa Bumi

Author :Muhammad Vandestra

Category : Fantasy

ISBN No :9781370640348

Language :English

Formats: ePub



Apple

1. Download book via app from App store.
2. Install the application on your device.
3. Click on settings icon in the left corner to activate the device.
4. Now proceed to add account. 5. Select eBooks2go from the list of stores you see.
6. Enter the credentials you have already submitted to eBooks2go.
7. Click on sign in.
8. After you sign in, you will see a bookshelf in left corner. The book shelf contains all the books you have purchased from eBooks2go.
9. Click on any book and start reading.


Android

1. Download book via app from Google Play .
2. Install the application on your device.
3. Click on settings icon in the left corner to activate the device.
4. Now proceed to add account. 5. Select eBooks2go from the list of stores you see.
6. Enter the credentials you have already submitted to eBooks2go.
7. Click on sign in.
8. After you sign in, you will see a bookshelf in left corner. The book shelf contains all the books you have purchased from eBooks2go.
9. Click on any book and start reading.

Read this on

Kobe Mosque merupakan masjid pertama di Jepang. Masjid ini dibangun tahun 1928 di Nakayamate Dori, Chuo-ku. Kobe berarti gate of God atau gerbang Tuhan. Tahun 1945, Jepang terlibat perang Dunia Kedua. penyerangan Jepang atas pelabuhan Pearl Harbour di Amerika telah membuat pemerintah Amerika memutuskan untuk menjatuhkan bom atom pertama kali dalam sebuah peperangan. Dan Jepang pun kalah. Dua kotanya, Nagasaki dan Hiroshima dibom Atom oleh Amerika. Saat itu, kota Kobe juga tidak ketinggalan menerima serangan pengeboman lewat udara walau tidak dengan sejenis bom Atom seperti Nagasaki dan Hiroshima. Boleh dibilang Kobe juga menjadi rata dengan tanah. Ketika bangunan di sekitarnya hampir rata dengan tanah, Masjid Muslim Kobe tetap berdiri tegak. Masjid ini hanya mengalami keretakan pada dinding luar dan semua kaca jendelanya pecah. Bagian luar masjid menjadi agak hitam karena asap serangan bom. Tentara Jepang yang berlindung di basement masjid selamat dari ancaman bom, begitu juga dengan senjata-senjata yang disembunyikannya. Masjid ini kemudian menjadi tempat pengungsian korban perang.

Muhammad Vandestra has been a columnist, health writer, soil scientist, magazine editor, web designer & kendo martial arts instructor. A writer by day and reader by night, he write fiction and non-fiction books for adult and children. He lives in West Jakarta City. Muhammad Vandestra merupakan seorang kolumnis, editor majalah, perancang web & instruktur beladiri kendo. Seorang penulis pada siang hari dan pembaca di malam hari, Ia menulis buku fiksi dan non-fiksi untuk anak-anak dan dewasa. Sekarang ia tinggal dan menetap di Kota Jakarta Barat.

Average Review:

Share Your Opinion

S.No

Product

Quntity

Price

1

Cart Image

1

7.00

2

Cart Image

1

7.00

3

Cart Image

1

7.00

0 Your cart is empty

Recently viewed products